Kutitipkan Engkau Kepada-Nya
Senin, Agustus 25, 2008
Maha suci Allah yang menganugrahkan cinta, sehingga aku bisa merasakan keindahan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Suatu keindahan yang memberikan inspirasi untuk merubah hidupku.
Maafkan jika aku terdiam, itu bukan berarti aku tidak ingin memilikimu. Biarlah kusimpan rasa ini, akan kurawat dan kujaga keindahannya. Aku ingin rasa ini tetap suci dan abadi. Aku tidak khawatir dengan dirimu karena dalam setiap sujudku, kutitipkan engkau kepada-Nya.
Antara Professional dan Pengusaha
Senin, Agustus 25, 2008
Jam menunjukkan pukul dua belas siang dan adzan zuhur pun berkumandang. Setelah menunaikan sholat zuhur, saya segera berangkat menuju sebuah kafe di daerah Sarinah Jakarta untuk menemui seorang teman. Saya masih ingat sekali ketika pertama kali datang ke sana, saya agak kikuk. Terlebih sebelumnya teman bercerita bahwa kafe tersebut sering didatangi orang-orang penting.
Begitu sampai di kafe saya langsung pesan teh susu untuk menemani saya hingga teman saya datang. Disana saya melihat kafe tersebut cukup ramai. Sempat terlintas di pikiran saya, apakah mereka pengusaha yang sedang ketemu mitra bisnisnya atau apakah mereka seorang professional yang sedang ketemu klien, Apakah mereka orang-orang penting seperti yang dikatakan teman saya itu.
Belum sempat pertanyaan itu terjawab, tiba-tiba saja teman saya datang. Tidak seperti biasanya jika kami janjian ketemu di kafe itu kami pasti menghabiskan waktu 2-3 jam untuk membicarakan banyak hal, mulai dari realis hingga yang idealis. Namun rabu itu kami hanya sebentar dan segera meninggalkan kafe tersebut, karena pukul empat sore kami janji bertemu dengan teman-teman dari UI di sebuah kafe buku di Margonda Depok.
Di perjalanan kami di telepon oleh salah seorang teman kami yang sedang mengalami dilema. Singkat cerita dia ini sudah mengundurkan diri dari sebuah perusahaan telekomunikasi demi mengejar mimpinya untuk menjadi pengusaha, namun pihak perusahaan belum mengabulkan keinginannya. Yang terjadi malah pihak perusahaan memberikan cuti selama sebelas hari, dan selama cuti tersebut diharapkan dia mempertimbangkan rencananya untuk mengundurkan diri. Jadi dia ini lagi mengalami dilema antara memilih menjadi professional atau menjadi pengusaha.
Kemudian saya bertanya sama dia “Kamu ingin menjadi professional atau pengusaha ?”, namun sayang jawabannya kurang jelas, dia malah balik bertanya kepada saya “Fahmi ingin menjadi professional atau pengusaha ?”. Saya menjawab pertanyaan itu dengan pertanyaan lain ” Hari ini hari apa ?”, dia jawab “Rabu”. saya melanjutkan “oke kalau hari ini hari rabu kayaknya saya tidak harus menjawab pertanyaan apakah saya ingin menjadi professional atau pengusaha”. Dia berkata “iya, kalau jadi professional, Fahmi pasti lagi ngantor”. Saya hanya tersenyum mendengarnya, karena bukan saya yang menyimpulkan tersebut. Terlebih lagi bahwa sebenarnya saya bekerja di salah satu perusahaan, dan karena jadwalnya shif-shif an jadi rabu itu saya lagi libur. hehe
Ketika di tanya tentang “Apakah kamu ingin menjadi professional atau manjadi pengusaha?”, saya jadi teringat ketika saya di wawancarai kerja. Waktu itu saya jawab “saat ini professional, tapi nanti apabila ada kesempatan untuk menjadi pengusaha kenapa tidak”. Masih ketika di wawancarai pernah ditanya “Apa akan bisa?”, Saya jawab dengan pede “Bisa, ini masalah peran dan pengaturan waktu saja dan saya yakin bisa mengatasi masalah itu”. Terbukti saya di terima kerja.
Setelah kurang lebih dua bulan menjalani status saya sebagai professional, saya sangat menikmatinya bahkan boleh di bilang beruntung diterima kerja di perusahaan ini. Saya bekerja begitu nyaman, banyak energi saya yang bersisa, bahkan sempat saya berpikir apakah ini yang dinamakan “zona nyaman”.
Akhirnya saya mencoba untuk mencari usaha sampingan untuk menyalurkan energi yang masih tersisa banyak itu. Saking niatnya walaupun kesempatan itu tidak ada, saya akan ciptakan kesempatan itu. Bahkan berusaha menyebarkan virus enterpreneur tersebut ke orang lain. Seperti yang telah kami lakukan kepada teman-teman dari UI. Dimana selain membahas agenda yang telah ditentukan, kami pun mencoba menularkan virus tersebut. hehe