Ahmadiyah ???

Rabu, Mei 7, 2008

Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata “Ahmadiyah” ? pasti jawabannya bermacam-macam, namun bagi anda yang seorang muslim pasti jawabannya kompak_yaitu aliran sesat. Apalagi ditahun 1980 MUI telah mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah itu sesat dan menyesatkan .

Saya berpikir apa yang dilakukan oleh MUI sudah benar yaitu membentengi umat dari ajaran-ajaran yang sesat dan menyesatkan. Sekarang giliran pemerintah untuk melakukan tugasnya yaitu membubarkan aliran ini, jangan sampai masalah ini ditunda-tunda sehingga meresahkan masyarakat. Kalau pemerintah lamban (seperti sekarang ini), maka seperti yang kita lihat sekarang masa bertindak sendiri. Jadi jangan sampai menyalahkan umat kalau terjadi aksi anarkis.

Sebagai seorang muslim saya berpendapat berkomentar, boleh aja mereka menamakan diri ahmadiyah tapi JANGAN mengaku agama ISLAM, Jadi mereka harus mengatasnamakan ajaran mereka adalah ajaran AGAMA AHMADIYAH, bukan bagian dari Islam. Karena yang saya fahami Islam itu satu ya Islam, tidak ada itu yang namanya Islam Ahmadiyah atau islam aliran “anu”, sekali lagi tidak ada. Dan yang saya tahu bahwa islam itu akan ada 70 golongan, namun hanya satu golongan yang benar yaitu golongan Ahlussunnah wal jamaah. Kemudian tempat ibadah agama ahmadiyah juga jangan disebut Masjid karena Masjid adalah tempat ibadahnya agama Islam.

So, bagaimana pendapat anda tentang Ahmadiyah ?

One Response to “Ahmadiyah ???”

  1. Andi Mapalaga Says:

    Maha benar Allah yang Maha tahu.
    se-tau saya, siapapun yg bersahadat, solat, puasa,zakat,naik haji ke mekah di adalah seorang muslim –> semuanya itu kasat mata dan bisa dipamerkan bahkan oleh orang – orang munafik sekalipun. Ada suatu hal yg hanya diketahui oleh Allah dan mahluk ybs yakni keimanan: Iman Kepada Allah, malaikat-malaikat Allah, Nabi-nabi Allah, Alquran yg menjadi khasanah ilmu sepanjang zaman akhir ini yg tiada tergantikan oleh apapun buatan manusia. Beriman akan adanya Qada & qadar serta hari ahir. Keimanan dan ke Islaman tidak bisa dipisahkan.
    Jadi menurut hemat saya, bila ahmadiyah menjalani sarat-sarat ke-Islaman (rukun Islam) ya dia islam, urusan keimanan, itu ya urusannya orang ahmadiyah sama Allah swt, kita nggak berhak mengambil alih apa-apa yg menjadi hal prerogatif Allah Penguasa Jagad raya yg tak terukur oleh akal manusia sampai saat ini.


Leave a Reply