Beberapa saat yang lalu, ketika saya online di YM. Ada message offline dari si bunga. Saya kira dia udah melupakan sepenuhnya dan tidak akan menghubungi saya, eh ternyata dia malah muncul lagi. Dia sudah membaca semua tulisan blog dan dia pun berkomentar tentang judul tulisan “Dan Kisah Itupun Harus Berakhir (bag 1-3), katanya saya melewatkan point tentang idolanya dia yaitu “Zidane”. Yah saya hanya bisa tersenyum.

Disamping itu dia kasih informasi bahwa sahabat saya Lili Hambali akan menikah tanggal 3 mei 2008. Saya pikir bunga neeh sekarang sudah dewasa dan berubah, eh ternyata di message berikutnya dia masih bilang saya ini orang egois, dingin, dan orang aneh. Apakah saya marah? tentu tidak, justru saya tersenyum untuk kedua kalinya, ternyata dia belum berubah sepenuhnya. :)

Oya, Dia bilang kalau ingin tahu  kabarnya dia sekarang seperti apa dan bagaimana. Dia menyarankan saya untuk datang ke pernikahannya Lili. Saya bingung, maksudnya apa? bingungnya karena saya tidak diundang oleh Lili (mungkin Lili lupa, maklum sudah lama tidak bertegur sapa) masa datang ke pernikahannya. Kedua, saya tidak tahu maksud bunga ini apa, kalau hanya untuk tahu kabar dia seperti apa dan bagaimana, “ahsan” saya tidak datang kesana, tapi kalau memang tujuannya untuk islah dengan senang hati saya akan datang ke sana walaupun saya tidak di undang.

Karena saya belum tahu tujuannya apa, ahsan saya menunggu reaksi dia seperti apa setelah saya mengirim message offline ke dia. Kayaknya kisah ini harus diakhiri, bukan untuk dia, atau bukan untuk siapa, tapi untukku.

2 Responses to “Dan Kisah Itupun Harus Berakhir (bag 4)”

  1. hawe69 Says:

    Fahmi,
    saya baca blog kamu, tentang bunga. menurut saya,
    sudah jelas bunga jatuh cinta sama kamu, tapi kamu tidak
    jatuh cinta sama dia. bunga mau lupakan kamu, tetapi dengan kamu kembali membalas sms dia, bunga merasa ada harapan, dan akhirnya kembali kecewa setelah kamu ‘dingin’ katanya. jelas sekali pak!

  2. Fahmi Says:

    Thanks atas komentarnya. Saat ini saya tidak menyimpulkan itu, tapi komentar kamu kemungkinan benar juga. Kalau memang seperti itu kayaknya lebih baik saya tetap jaga jarak dan tidak memberikan harapan sama sekali. oke thanks ya


Leave a Reply