Beramal dan Berbisnis di Hari Raya Idul Adha…bag 2
Senin, Desember 17, 2007
Menjelang datangnya Idul Adha banyak di jadikan kesempatan untuk berbisnis. Bisa bisnis apa saja, namun yang pasti bisnis yang paling menjanjikan biasanya seputar hewan qurban. Ketika saya berangkat kuliah di jalan yang saya lalui saja saya banyak melihat orang yang jual hewan qurban_Sapi, Domba dan Kambing.
Selain berbisnis hewan qurban, anda juga bisa berbisnis pisau dan bedog (bahasa sunda ya..hehe). Lho kok bisa? lha kan pisau itu bisa digunakan untuk menyembelih dan memotong-motong daging hewan qurban. hehehe
selain itu anda juga bisa jualan arang. hehe
kan buat nyate daging.
Nah selanjutnya, hmm yang ini serius neeh..Pada hari raya Idul Adha bisnis yang bisa dilakukan adalah bisnis kulit qurban. Dulu jarang orang yang tahu sehingga jarang orang yang berbisnis kulit qurban ini. Mereka yang berqurban biasanya jijik terhadap kulit hewan qurban tersebut karena baunya itu. Sehingga untuk mendapatkannya mudah dan murah karena itu tadi orang merasa jijik.
Namun sekarang berbeda situasinya, karena mereka yang berqurban sekarang sudah tahu keuntungan yang bisa didapatkan dari kulit qurban itu. Sehingga susah untuk mendapatkannya dan mahal, apalagi di tambah dengan banyaknya orang yang menjadi pedagang kulit qurban dadakan.
Berbicara tentang bisnis kulit qurban ini, untuk Daerah Jawa Barat biasanya di kuasai oleh pengusaha-pengusaha besar yang memang sehari-harinya mereka adalah para pemain yang berbisnis kulit Sapi, Kambing dan Domba. Beberapa pengusaha itu diantaranya berdomisili di Wilayah III Cirebon dan di Garut.
Idul Adha nanti, merupakan pesta bagi para pengusaha tersebut karena omset yang akan didapatkan oleh mereka akan berlipat dari hari-hari biasa. Dalam prakteknya nanti mereka akan mendapatkan kulit hewan qurban dari pedagang-pedagang kecil menengah di berbagai daerah dan disamping itu juga mereka akan menyebar anah buah mereka untuk mencari kulit hewan qurban.
Di Idul Adha nanti akan muncul hal-hal yang menarik, mulai dari adu strategi, perang harga dll semua itu dilakukan untuk mendapatkan kulit hewan qurban. Biasanya yang menang adalah mereka yang kuat dananya dan didukung oleh harga yang bagus. Namun yang cerdik adalah mereka yang mendapatkan kulit qurban banyak tanpa mengeluarkan dana yang besar. Perlu anda ketahui di bisnis kulit ini ada ungkapan atau pepatah yang terkenal yaitu “Padagang kulit yang hebat adalah mereka yang mendapatkan kulit tanpa duit”, saya tidak tahu apakah ungkapan atau pepatah itu masih berlaku atau tidak. hehe:)
Bagi anda yang tertarik untuk mencoba untuk bisnis kulit hewan qurban silakan, hanya sesaat ketika Idul Adha saja. Namun bagi anda yang tertarik untuk menjadi bisnis kulit selamanya untuk menghidupi keluarga misalnya, itu juga silakan, tapi perlu saya sampaikan bahwa katanya bisnis kulit saat ini sedang lesu akibat dari peraturan pemerintah tentang ekspor “kulit setengah jadi atau jadi” kurang mendukung atau bahkan tidak mendukung pedagang kelas kecil menengah. Sebenarnya saya tidak tahu isi peraturan tersebut namun keterangan itu saya dapatkan dari beberapa pedagang kulit. Kalau anda mengetahui peraturan tentang ekspor “kulit setengah jadi atau jadi” saya berharap anda mengirimkan filenya ke email saya. thx
Beramal dan Berbisnis di Hari Raya Idul Adha…bag 1
Senin, Desember 17, 2007
Hari Raya Idul Adha akan beberapa hari lagi akan tiba, pemerintah telah mengumumkan hari raya Idul Adha di Indonesia jatuh pada hari kamis tanggal 20 Desember 2007. Kalau dipikirkan lagi tentang pelaksanaan Idul Adha ini ada yang “aneh”.
Cobalah anda pikirkan logikanyaIdul Adha itu dilaksanakan sehari setelah para jemaah haji wukuf di Padang Arofah. Sedangkan kita tahu bahwa wukuf di Padang Arofah itu jatuh pada hari selasa pada tanggal 18 Desember 2007. Nah lho? Aneh kan? yah bagi saya yang kurang faham tentang masalah itu pasti berpikir aneh..hihii
Terlepas dari keanehan itu, perlu anda ketahui bahwa banyak hal yang bisa kita lakukan menjelang datangnya Idul Adha ini, mulai dari beramal hingga berbisnis. Maksud dari beramal ini adalah kita meningkatkan amal shaleh kita mulai dari tanggal 1 Dzulhijah hingga Idul Adha (mulai musim haji hingga berakhir) yang katanya pahalanya menyamai orang yang berjihad. Misalnya memperbanyak sholat Dhuha, memperbanyak sholat tahajjud, meningkatkan bcaan qur’an, memperbanyak sodakoh dll, ingat Sholat yang 5 waktu itu tetap wajib dan jangan ditinggalkan. Oya katanya tentang meningkatkan amal sholeh di musim haji ini ada hadistnya, namun maaf saya kurang tahu detilnya, jadi bagi anda yang tahu tentang ini tolong beritahu saya ya..
Masih tentang beramal, Rosululloh menganjurkan umatnya untuk shaum (puasa) sehari yaitu pada hari di mana para jamaah haji wukuf di Padang Arofah. Untuk yang satu ini di Indonesia ada sedikit perbedaan mengenai pelaksanaannya, ada yang melaksanakan di hari selasa dan ada yang melaksanakan di hari rabu bahkan ada yang melaksanakan dua hari yaitu selasa dan rabu. Sebagian masyarakat berpuasa pada hari rabu karena pemerintah mengumumkan Idul Adha jatuh pada hari kamis. Namun sebagian masyarakat lagi berpendapat puasa itu dilaksanakan bertepatan dengan ketika para jamaah haji wukuf di Padang Arofah yaitu pada hari selasa.
Jadi mana yang paling benar? Hal inilah yang beberapa waktu yang lalu jadi bahan diskusi keluarga di rumah, Akhirnya karena diskusi itu mengarah ke debat kusir , salah satu dari kami menelpon salah satu Ustadz untuk menanyakan yang mana yang paling benar. Jawaban Dari Ustadz tersebut adalah sebelum Idul Adha dianjurkan untuk berpuasa satu hari yaitu hari arofah yaitu selasa karena bertepatan dengan ketika para jamaah hari wukuf di Padang Arafah, itulah yang paling benar. Namun kita yang melaksanakan puasa pada hari selasa jangan memojokkan atau bahkan menghina yang puasa pada hari rabu karena mereka melakukan itu karena taat pada Ulil Amri (Pemimpin) dalam hal ini pemerintah, insyaallah mengenai akibat yang dilakukannya nanti itu menjadi tanggung jawab Ulil Amri (pemimpin) dalam hal ini pemerintah. seperti itulah jawabannya. menurut saya itu jawaban yang bijak.
Hmm kayaknya tentang berbisni di hari raya Idul Adha kayaknya di bagian 2 aja..
Tawaran Untuk Menjual Nokia BM
Kamis, Desember 6, 2007
Beberapa hari yang lalu ada seseorang yang menghubungi saya dan menawarkan beberapa HP merk Nokia seri E90 dan N73 dengan harga yang sangat miring. Kondisi HP tersebut bagus karena HP tersebut masih baru dan tersegel. Namun sangat disayangkan HP tersebut “BM” alias Black Market, katanya HP tersebut masuk ke Indonesia tanpa lewat bea cukai sehingga harganya bisa lebih murah.
Sebenarnya orang itu bukannya mau menjual HP pada saya, melainkan menawari saya untuk menjualkan HP-HP itu dan dia siap memasok barangnya pada saya. Sebagai keuntungannya saya akan mendapatkan persentase dari setiap barang yang terjual.
Saya tidak bilang “iya”, karena barang itu ilegal dan itu melanggar hukum. Saya bilang sama dia apakah akan berkah dengan menjual barang ilegal. Dia menjawab barang yang dijual Halal dan meski tidak lewat bea cukai bukan berarti barang itu menjadi haram untuk di jual.
Dia menambahkan, kalau lewat bea cukai kena pajak dan apakah pajak yang dikenakan itu akan aman masuk kas negara dan tidak di korupsi?. Nah daripada dikorupsi lebih baik tidak lewat bea cukai. Saya jawab apakah pajak itu di korusi atau tidaknya kita tidak tahu, dan lagi pula itu urusan mereka. Yang penting kita tidak melanggar hukum. Dia meminta saya untuk memertimbangkan tawarannya. Saya bilang insyaallah akan saya pikirkan.
Setelah dipikirkan lebih baik saya tidak menerima tawaran tersebut. Alasannya bukan karena tidak berani mengambil resiko atau tidak tertarik dengan keuntungan yang akan dihasilkan. Tapi lebih kepada prinsip aja, saya tidak mau memperjual belikan barang ilegal walaupun itu halal, karena itu melanggar hukum.