Bersatu Dalam Keberagaman
Minggu, Oktober 28, 2007
Tepat 79 tahun yang lalu para pemuda telah mendeklarasikan sebuah sumpah yang kemudian di sebut Sumpah Pemuda, yang isinya :
- PERTAMA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.
- KEDOEA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
- KETIGA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.
sebuah sumpah yang mengambarkan sebuah hasrat dari para pemuda yang berlatar suku bangsa dan agama yang berbeda untuk bersatu melawan kolonial Belanda.
Seperti yang saya pelajari dalam pelajaran sejarah ketika SD, SMP hingga SMA, dalam sejarah bangsa Indonesia banyak sekali perlawanan terhadap kolonial Belanda, yang dilakukan oleh berbagai suku bangsa di Indonesia, Seperti di Jawa, Sumatra, Kalimantan dan daerah lainnya. Namun Usaha mereka selalu mengalami kegagalan karena perjuangannya bersifat lokal dan sediri-sendiri. Namun setelah adanya Sumpah Pemuda ini terjadi titik balik, Sumpah Pemuda semacam sebuah janji dari para suku bangsa Indonesia yang diwakili oleh para pemudanya untuk bersatu atas nama Indonesia.
Kita dapat melihat dalam sejarah bangsa Indonesia, betapa pentingya peran Sumpah Pemuda. Dan kita tidak dapat memisahkan apalagi menghilangkan peran pemuda dalam sejarah bangsa indonesia. Kita bisa melihat aksi pemuda ketika Sumpah pemuda, kita bisa melihat peran pemuda dalam detik-detik kemedekaan bangsa Indonesia, kita juga dapat melihat peran pemuda dalam sejarah Indonesia di tahun 1965 dengan tritura_nya, dan tak boleh dilupakan peran pemuda di tahun 1998 dalam aksi reformasinya.
Namun sayang setelah 79 tahun berlalu Sumpah Pemuda sudah kehilangan maknanya, kita lihat bangsa Indonesia sekarang. Banyak terjadi kerusuhan, perang antar suku, tawuran antar pelajar dan banyak lagi yang lainnya. Kita lihat sekarang berapa banyak pemuda yang hafal isi Sumpah Pemuda.
Tidak sedikit Pemuda jaman sekarang yang sudah kehilangan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia. Apa itu terjadi karena sekarang kita tidak menghadapi penjajah, sehingga kita tidak perlu lagi untuk bersatu, bahu membahu membangun bangsa ini. Padahal kalau kita mau jujur bahwa Sumpah Pemuda merupakan sebuah janji atau sebuah kontrak politik dari para pemuda untuk bersatu demi bangsa Indonesia. Waktu itu para Pemuda berjuang mengusir penjajah, sedangkan sekarang kita para pemuda bertugas untuk membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Mari kita Bersatu dalam keberagaman..karena dengan bersatu dalam keberagaman kita akan menjadi kuat..
Aksi Para Pemimpin Kita Pasca Lebaran
Rabu, Oktober 24, 2007
Lebaran sudah berlalu namun momennya masih terasa. Setiap orang pasti selalu memanfaatkan momen itu untuk mempererat hubungan silaturahim dan sebagainya, mulai dari orang biasa sampai para pejabat pun memanfaatkan momen ini. Orang biasa seperti saya seeh ya biasa-biasa aja, seperti anda yang orang biasa juga..hehe..
Para pejabat juga memanfaatkan meomen lebaran ini untuk bersilaturahim, contohnya saja Wapres kita Bapak JK. Beliau yang peling rajin memanfaatkan momen lebaran ini untuk bersilaturahim dengan para pejabat lainnya_sampai-sampai acara silaturahim itu di sebut-sebut bermuatan politis dengan tujuan menggalang kekuatan untuk 2009 nanti. Yah terlepas bermuatan politis atau tidak, yang tahu hanya Bapak JK..
Beda lagi dengan Presiden kita Bapak SBY, sekarang di televisi dan di surat kabar lagi rame memberitakan kunjungan Bapak SBY ke lokasi pengungsian ancaman letusan Gunung Kelud. Terlihat di televisi tentang persiapan di lokasi pengungsian itu, mulai pasang tenda, bangun WC, dsb. Yah cukup merepotkan juga ya..sampai-sampai bawa kasur spring bed segala.Hmm..Bapak SBY ingin dekat dengan rakyatnya yang menderita akibat ancaman meletusnya Gunung kelud dan ingin merasakan penderitaan rakyatnya. Niat yang baik dari pemimpin kita. Tapi apakah Bapak SBY akan merasakan penderitaan para pengungsi itu sementara fasilitas yang Beliau dapatkan sangat baik..yah ga tahu juga seeh..kalau di pikir-pikir seeh itukan sudah hak presiden..tapi kalau memang ingin merasakan penderitaan para pengungsi itu mungkin Bapak SBY bisa mencoba untuk tidur dengan beralaskan tikar..hehe..patut di coba kan..
Dengan adanya rencana kunjungan Bapak Presiden ke lokasi Pengungsian, rakyat menyambut gembira dengan harapan dengan datangnya presiden semuanya akan menjadi lebih baik. Bahkan ada yang mau mengadukan tentang kasus telatnya bantuan makanan, yah suatu sikap yang wajar dari seorang rakyat yang mengadu kepada pemimpinnya. Jadi ingat pada kisah Khalifah Umar Bin Khotob yang setiap malam keliling kampung untuk melihat keadaan rakyatnya, apa ada yang kelaparan atau tidak..kalau ada yang kelaparan Khalifah Umar sendiri yang mengangkat bahan makanan itu sendiri dan di bawanya ke rumah rakyatnya yang kelaparan itu. Apakah Bapak Presiden kita bisa seperti itu ya? mudah-mudahan, dengan berkunjungnya beliau bahkan sampai menginap segala itu menunjukkan kepedulian beliau pada rakyatnya. Mudah-mudahan niat baik ini tidak bermuatan politis..halah..kok nyambungnya ke politik lagi sih..ya udah kebih baik saya akhiri coretan ini..dari pada ngaler-ngidul kemana-mana…ntar ada yang kesinggung lagi, bisa gawat..